Tuesday, 16 April 2013

Karya Tulis Ilmiah

Well, di hari yang sama gue bakalan banyak ngepostingin sesuatu nih gutys! Soalnya lagi gak ada kerjaan juga, masih libur dalam rangka UN kakak kelas dua belas. Maklumlah gue kan masih kelas sebelas gituu... Okay lagi-lagi gue mau bagi-bagi hasil tugas yang udah gue kerjain pas di sekolah nih guys. tapi bukan drama lagi dong yaitu... JrengJreng... "Karya Tulis Ilmiah"! Karya Ilmiah yang gue bikin ini, tentang penggunaan ponsel di lingkungan sekolah nih guys, khususnya di sekolah gue sendiri, yaitu Senior High School Number 10 Palembang! Yeyy! Let's enjoy this ya!


Kata Pengantar

Puji syukur penulis haturkan ke hadirat Allah SWT. yang telah memberikan rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan karya tulis ilmiah ini dengan judul “Penggunaan Ponsel Bagi Pelajar di Lingkungan Sekolah”. Karya tulis ilmiah ini disusun dalam rangka memenuhi tugas kelompok mata pelajaran Bahasa Indonesia.
Dalam menyusun  karya ilmiah ini, penulis banyak memperoleh bantuan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, penulis ingin menyampaikan ucapan terima kasih kepada Ibu Dra.Elmina selaku guru mata pelajaran Bahasa Indonesia yang telah banyak membimbing dan memberi masukan kepada penulis. Penulis juga mengucapkan terima kasih kepada teman-teman yang telah membantu penulis dalam penyelesaian karya tulis ilmiah ini.
Penulis menyadari bahwa dalam menyusun karya ilmiah ini jauh dari sempurna, untuk itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya membangun guna meningkatkan hasil karya ilmiah yang lebih baik lagi. Penulis berharap semoga karya ilmiah ini dapat bermanfaat bagi penulis khususnya dan bagi pembaca umumnya.






                                                                                     Palembang,   April 2013

                                                                                      Penulis



Daftar Isi

Kata Pengantar............................................................................................................1
Daftar Isi...................................................................................................................... 2
BAB I         PENDAHULUAN
1.1Latar Belakang.....................................................................................................3
1.2Tujuan................................................................................................................4
1.3Permasalahan.......................................................................................................4
1.4 Pembatasan Masalah..........................................................................................4
1.5Landasan Teori....................................................................................................5
BAB II        PEMBAHASAN
1.2Isi.......................................................................................................................6
BAB III       PENUTUP
3.1Simpulan............................................................................................................14
3.2Saran..................................................................................................................14
Daftar Pustaka........................................................................................................ 16














Bab 1
Pendahuluan

1.1 Latar Belakang
Telepon genggam atau ponsel adalah sebuah perangkat telekomunikasi elektronik yang mempunyai kemampuan dasar yang sama dengan telepon fixed line sehingga konvesional namun dapat dibawa keman-mana (portable) dan tidak perlu disambungkan dengan jaringan telepon menggunakan kabel ( nirkabel, wireless ).
Beberapa puluh tahun yang lalu, penggunaan ponsel oleh masyarakat di Indonesia  masih sangat terbatas. Hal ini dikarenakan masyarakat masih belum membutuhkan ponsel untuk berkomunikasi, karena komunikasi surat-menyurat pada saat itu masih mentradisi. Selain itu, harga ponsel yang relatif mahal dan keterbatsan produksi dan impor ponsel juga masih minim menyebabkan penggunaan ponsel terbatas hanya untuk orang-orang yang beruang sehingga minimnya penggunaa ponsel saat itu.
Namun, dewasa ini  ponsel sudah menjadi barang yang mutlak dimiliki oleh setiap orang. Mulai dari anak-anak, remaja, maupun orang dewasa kini menggunakan ponsel. Hal ini dikarenakan perkembangan zaman yang menekankan setiap orang agar dapat berkomunikasi jarak jauh dengan cepat dan mudah. Ponsel sangat berperan penting bagi manusia karena dapat membantu memperlancar aktivitas sehari-hari yakni dalam hal berkomunikasi.

Dengan perkembangan ponsel yang begitu pesat dari waktu ke waktu, maraknya penggunaan ponsel di kalangan masyarakat Indonesia perlu dilakukan pengamatan, terutama bagi kalangan pelajar karena sebagian besar pengguna ponsel di seluruh Indonesia ialah pelajar. Pengamatan perlu dilakukan untuk megetahui seberapa besar penggunaan ponsel dan dampaknnya bagi para pelajar terutama ketika mereka berada dalam lingkungan sekolah.


1.2Tujuan
Karya tulis ilmiah ini penulis buat dengan tujuan sebagai berikut:
   1)   memenuhi tugas Bahasa Indonesia kelas XI IPA 2,
  2)   mendeskripsikan informasi mengenai penggunaan ponsel bagi pelajar di lingkungan sekolah yakni di SMA Negeri 10 Palembang dan faktor pemicu pelajar menggunakan ponsel serta dampak dari akibat penyalahgunaan ponsel bagi pelajar di lingkungan sekolah.

1.3 Permasalahan
Masalah yang akan dibahas dalam karya tulis ilmiah ini adalah sebagai berikut:
   1.    Bagaimanakah penggunaan ponsel bagi pelajar di lingkungan sekolah?
   2.    Apakah faktor pemicu pelajar menggunakan ponsel di lingkungan sekolah?
  3.    Bagaimanakah dampak dari akibat penyalahgunaan ponsel di lingkungan sekolah bagi pelajar?

1.4 Pembatasan Masalah
Masalah yang akan dibahas dalam karya tulis ilmiah ini yaitu penggunaan ponsel bagi pelajar di lingkungan sekolah dan faktor pemicu pelajar untuk menggunakan ponsel serta dampaknya terfokus dalam lingkungan SMA negeri 10 Palembang saja.

1.5 Landasan Teori
Pembuatan karya ilmiah ini berlandaskan pada teori:
   1.    Peraturan dan tata tertib sekolah dalam Buku Pedoman dan Tata Tertib Siswa SMA Negeri 10 Palembang Tahun Ajaran 2011/2012.
   2.    Penelitian dan observasi langsung oleh penulis.
   3.    Kumpulan argumen beberapa sampel dari  sejumlah  siswa SMA Negeri 10 Palembang yang tertuang dalam tabel dan grafik yang telah dibuat oleh penulis.




Bab 2
Pembahasan
3.1           Isi
Penggunaan Ponsel Bagi Pelajar di Lingkungan SMA Negeri 10 Palembang
“Dilarang membawa HP berkamera ke sekolah dan jika masih maka akan disita oleh pihak sekolah.” Hal tersebut tertuang dalam Buku Pedoman dan Tata Tertib Siswa SMA Negeri 10 Palembang Tahun Ajaran 2011/2012 bab IV tentang Larangan-Larangan, Pasal 15 Ayat 17.
Berdasarkan pernyataan di atas mengemukakan informasi bahwa pihak sekolah melarang siswa untuk membawa ponsel berkamera ke lingkungan sekolah namun memperbolehkan siswa untuk membawa ponsel yang biasa (tidak mempunyai kamera), dan itupun hanya boleh diaktifkan pada saat di luar jam pelajaran (jam istirahat) saja. Dengan adanya peraturan tersebut, seharusnya para siswa mematuhinya, namun nyatanya kebanyakan siswa malah melanggar peraturan tersebut. Meskipun ada sanksi yang dikenakan bagi pelanggarnya yaitu disita oleh pihak sekolah, sepertinya itu tidak membuat mereka merasa takut, bahkan sebaliknya  mereka berani untuk membawa ponsel berkamera ke sekolah.
Hal tersebut terbukti dari pernyataan beberapa orang siswa yang telah kami surveydi lingkungan SMA Negeri 10 Palembang. Mereka mengungkapkan bahwa mereka tahu mengenai tindakan  membawa ponsel ke lingkungan sekolah merupakan suatu pelanggaran tata tertib sekolah, namun mereka berani membawa dan menggunakannya  karena beberapa alasan seperti yang tertuang dalam tabel dan grafik berikut ini:


Faktor apemicu Pelajar Menggunakan Ponsel di Lingkungan Sekolah
No
Alasan siswa membawa dan menggunakan ponsel di lingkungan sekolah
Persentase
1
Sebagai alat untuk berkomunikasi dengan orang tua atau kerabat, misalnya untuk meminta jemput sewaktu pulang sekolah.
11,42 %
2
Untuk mencari informasi lewat internetmengenai materi pelajaran yang cara penyelesaiannyatidak terdapat di dalam buku(browsing).
19,25 %
3
Untuk berkomunikasi dengan teman-teman.
13,50 %
4
Untuk menghibur diri agar tidak bosan, seperti mendengarkan musik, bermain game.
21,58 %
5
Sekedar untuk meng-updatedi jejaring sosial seperti di twitter, facebook, we-chat, line, dsb.
26,50 %
6
Untuk mengabadikan kegiatan bersama teman-teman (berfoto).
5,25 %
7
Karena merasa ketergantungan kepada ponsel dan merasa galau jika tidak membawa ponsel ke sekolah.
2,50 %

          Dari hasil penelitian yang telah penulis lakukan di lingkungan SMA Negeri 10 Palembang, dapat dilihat bahwa faktor pemicu yang terbesar bagi  para siswa untuk menggunakan ponsel di lingkungan sekolah ialah sekedar untuk mengekspresikan diri(update) di jejaring sosial seperti twitter, facebook, we-chat, linedan sebagainya yaitu sebanyak 26,50 %. Hal ini tak dapat dipungkiri dengan perkembangan remaja zaman sekarang yang selalu berikatan dengan yang namanya teknologi, seperti internet di ponsel. Dengan mengenal aplikasi-aplikasi semacam itu, para pelajar dapat mengenal dunia luar(dunia maya). Seperti yang terlihat dalam gambar di bawah ini.



          Kemudian, yang menjadi faktor pemicu siswa menggunakan ponsel di lingkungan sekolah selanjutnya ialah untuk menghibur diri agar tidak bosan di dalam kelas, seperti mendengarkan musik dan bermain game yang ada di ponsel mereka. Ini terbukti berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan oleh penulis yang menunjukkan angka 21,58 %. Hal tersebut tentu saja dilakukan oleh siswa hanya pada saat waktu luang saja, seperti saat jam istirahat ataupun saat jam pelajaran kosong. Karena pada saat-saat itulah siswa merasa jenuh dan lelah setelah disuguhkan beberapa pelajaran yang begitu menguras pikiran dan tenaga. Untuk itu, para siswa mengisi kekosongan tersebut  dengan berelaksasi mendengarkan musik, atau sekedar untuk menghilangkan stress dengan bermain game.
          Namun, tidak sedikit siswa yang menggunakan ponsel saat jam pelajaran berlangsung. Dengan cekatan, para siswa diam-diam memainkan ponselnya saat guru sedang karena melayani siswa yang lain, bahkan ada juga yang bermain ponsel saat guru sedang menerangkan pelajaran di depan kelas. Seperti yang terlihat pada gambar di bawah ini yang telah penulis ambil di salah satu kelas di SMA Negeri 10 Palembang.

          Gambar di atas memperlihatkan seseorang siswa yang sedang bermain game di ponsel saat jam pelajaran berlangsung secara sembunyi-sembunyi.
          Hal ini terjadi karena siswa merasa mengantuk dan kebanyakan dari mereka tidak mengerti dengan materi yang sedang dijelaskan. Jadi mereka lebih memilih untuk mendengarkan musik atau bermain game daripada mendengarkan guru di depan kelas. Selain itu juga karena lengahnya pengawasan dari guru yang tengah mengajarkan materi di depan kelas.
          Faktor pemicu urutan ke tiga terbesar selanjutnya ialah pelajar menggunakan ponsel untuk mencari informasi lewat internet mengenai materi pelajaran yang cara penyelesaiannya tidak terdapat di dalam buku (browsing). Hal ini jelas menjadi alasan yang positif mengapa pelajar menggunakan ponsel di lingkungan sekolah. Sudah menjadi kewajiban bagi setiap pelajar untuk terus menggali informasi baik mengenai materi yang sedang di pelajari di kelas, maupun yang tidak. Dengan alasan ini, para guru yang sedang mengajar di kelas terkadang mengizinkan siswa untuk menggunakan ponselnya dengan tujuan agar siswa dapat lebih kreatif dan berwawasan luas tentang apa yang dipelajari di sekolah. Seperti yang terlihat dalam gambar di bawah ini.

          Gambar di atas menunjukkan perilaku positif pelajar dalam menggunakan ponsel. Mereka sedang  mencari informasi mengenai materi pelajaran yang sedang mereka pelajari melalui internet. Karena dengan Browsing the Internet, para pelajar dapat dengan mudah mendapatkan hal-hal yang baru yang tidak mereka dapatkan di dalam buku.
Namun, kesempatan baik itu terkadang tidak dimanfaatkan oleh siswa dengan baik. Dengan alasan untuk mencari pembahasan pelajaran dari internet, adakalanya siswa mengisinya dengan membuka fitur-fitur yang lainnya yang ada di dalam ponsel mereka. Bahkan mereka memanfaatkannya dengan sekedar berkomunikasi antarteman sekelas. Hal itu dirasakan sangat tidak bermanfaat dan hanya dapat membuang waktu saja jika dibandingkan dengan hal-hal yang bermanfaat lainnya, seperti menjelajahi internet untuk  mendapatkan informasi yang menarik dan bermanfaat demi kemajuan akademis pelajar. Hanya sekedar untuk berkomunikasi dengan teman ini, ternyata menduduki urutan ke empat dalam data yang telah penulis survey yakni dengan presentase sebesar 13,50 %.
Selanjutnya, dengan presentase sebesar 11,42 %, para pelajar beralasan menggunakan ponsel agar dapat berkokunikasi dengan orang tua ataupun dengan kerabat terdekat. Sebagian dari siswa khawatir dan waspada akan segala sesuatu yang akan terjasi kepada mereka saat di sekolah. Untuk itu, dengan menggunakan ponsel, mereka dapat dengan cepat mengabarkan sesuatu hal yang mendesak. Selain itu, tak sedikit dari siswa tidak membawa kendaraan pribadi ke sekolah. Dengan demikian, mereka menggunakan ponsel untuk memberi tahu orang tua atau pun kerabat dekat agar dapat menjemput mereka sewaktu pulang sekolah.
Kemudian faktor pemicu para siswa menggunakan ponsel di sekolah ialah untuk mengabadikan kegiatan-kegiatan bersama teman-teman( berfoto).Hal ini biasanya dilakukan oleh para siswi di sekolah ini karena tak sedikit dari mereka yang narsis dan hobi berfoto setiap saat dan di mana saja mereka berada. Faktor pemicu yang satu ini memperoleh presentase sebesar 5,25 %.
Dan sisanya yakni sebesar 2,50 % siswa berargumen bahwa mereka merasa galau apabila tidak membawa ponsel ke sekolah karena mereka merasa ketergantungan akan ponsel tersebut, jadi mereka harus memegang ponsel kemanapun mereka berada.
Penggunaan ponsel secara berlebihan bagi para pelajar di lingkungan sekolah tentu saja akan berdampak negatif bagi pelajar itusendiri antara lain adalah sebagai berikut:
1.     Menurunkan Konsentrasi
Konsentrasi adalah tingkat perhatian kita terhadap sesuatu. Dalam konteks belajar, berarti tingkat perhatian siswa terhadap segala penjelasan dan bimbingan belajar sang guru. Seharusnya, seluruh perhatian siswa diarahkan pada apa yang sedang mereka pelajari, tetapi seringkali HP menyita sebagian besar waktu mereka.
Sementara kita tahu bahwa penjelasan dan bimbingan guru merupakan salah satu cara belajar yang efektif. Jika mereka tidak memperhatikan, maka mereka telah kehilangan kesempatan untuk mengetahui apa yang telah mereka pelajari. Akibatnya, saat evaluasi, mereka tidak mempunyai bekal untuk evaluasi tersebut. Dan, nilai yang didapatkannya pasti rendah. Nilai rendah yang didapatkan siswa pada saat evaluasi diindikasikan sebagai proses pembelajaran yang tidak berhasil atau gagal.
2.      Malas  Belajar
Para pelajar  yang sudah kecanduan ponsel , maka setiap saat yang dilakukannya hanyalah bermain ponsel dan ponsel. Mereka tidak pernah berpikir pada hal yang lainnya. Bagi mereka, yang terpenting adalah ponsel. Jika ke mana-mana tidak ada ponsel, maka rasanya tidak lengkap, bahkan ada beberapa siswa  yang  tidak mau melakukan kegiatan  karena tidak punya ponsel.
Pada saat-saat belajar, pelajar  menghadapi buku dengan dampingan ponsel. Pada awalnya ponsel  digunakan untuk mendengar  musik untuk menciptakan suasana nyaman, refreshing pikiran. Tetapi, ketika ada yang mengirim sms atau menelpon, maka mulai saat itulah  mereka berpindah kegiatan. Mereka sibuk dengan kegiatan barunya dan melupakan kegiatan belajar. Mereka jadi malas untuk belajar dan asyik bertelpon ria atau bersms ria.
Selain itu, pengaruh ponsel terhadap prestasi belajar siswa yang lain adalah siswa menjadi lebih mengandalkan handphone daripada harus belajar. Contohnya, saat ujian, siswa bisa mencontek atau menanyakan jawaban pada teman lewat handphone (dengan SMS). Tentu akan mengurangi minat siswa dalam belajar karena berpikir kalau mereka pasti bisa melewati ujian asalkan ada handphone.
3.     Efek radiasi 
Selain berbagai kontroversi di seputar dampak negatif penggunaannya,. penggunaan ponsel  juga berakibat buruk terhadap kesehatan. Efek radiasi pancaran sinar yang dihasilkan oleh ponsel dapat meningkatkan resiko penyakit pada bagian mata, terutama otak pelajar.
4.     Sangat berpotensi mempengaruhi sikap dan perilaku siswa. 
Jika tidak ada kontrol dari guru dan orang tua, ponsel  bisa digunakan untuk menyebarkan gambar-gambar yang mengandung unsur porno dan sebagainya yang sama sekali tidak layak dilihat seorang pelajar.
5.     Pemborosan 
Dengan mempunyai ponsel, maka pengeluaran pelajar akan bertambah, apalagi kalau ponsel hanya digunakan untuk hal-hal yang tidak bermanfaat maka hanya akan menjadi pemborosan saja.
Bab 3
Penutup
3.1           Simpulan
Penggunaan ponsel bagi pelajar di lingkungan SMA Negeri 10 Palembang telah merajalela. Meskipun hal itu merupakan suatu pelanggaran tata tertib siswa yang telah dibukukan dalam buku pedoman siswa, mereka masih tetap saja melanggarnya dengan berbagai faktor pemicu, baik yang dinilai penting untuk kebutuhan maupun yang dinilai sekedar untuk hal-hal yang kurang bermanfaat.
Pemakaian ponsel  dalam penurunan prestasi, itu tidak 100% benar. Tergantung dari diri kita sendiri. Semua pelajar SD, SMP, SMA pasti pernah memakai ponsel, namun pakai tapi tidak terlalu mengetahui fungsi yang sebenarnya percuma juga. Jadi, dapat disimpulkan bahwa pelajar memakai ponsel  boleh – boleh saja, namun tidak boleh sampai ketagihan dan lupa waktu akan belajar. Jika sudah sampai titik ketagihan, itulah yang membuat pelajar  lambat laun malas belajar, menengok sebentar ke telepon genggam kita dan mengutak-atiknya akhirnya kita menjadi malas belajar, dan menimbulkan penurunan prestasi di kelas.
3.2           Saran
Memperhatikan  dari berbagai faktor pemicu pelajar menggunakan ponsel di sekolah yang telah penulis survey menyatakan bahwa tidak sedikit siswa menggnakan ponsel hanya untuk mendapatkan kesenangan semata saat berada di kelas. Untuk itu, penulis memberikan saran kepada pihak sekolah agar dapat lebih menegakkan peraturan yang telah ada.  Di sisi lain, tak sedikit pula pelajar yang menggunakan ponsel untuk mencari informasi mengenai materi pelajaran yang tidak mereka temukan di dalam buku. Jadi sebaiknya, pihak sekolah mengizinkan siswa untuk menggunkan ponsel saat waktu yang seperti itu.
Dengan demikian, harus ada komunikasi antar kedua belah pihak, baik pelajar maupun pengajar. Ada saat-saat di mana penggunaan ponsel itu diberbolehkan, ada juga yang tidak.  


Daftar Pustaka

Anonim. (2008). Pengaruh HP terhadap Siswa. Sumber Internet.

Rahmi, Ariyanti Agustin. (2008) Pengaruh HP.Sumber Internet.

Wikipedia Encyclopedia. (2006). Telepon genggam.Sumber Internet.

Zainudin Ikhwan. (2007) . Dampak ponsel  bagi pelajar. Sumber Internet.

http://www.google.com/doc/3282739/ Pengaruh ponsel bagi pelajar.

http://Anneahira.com /untuk Indonesia/Dampak ponsel bagi pelajar.

http://sobatPC.com/journal/item/29/Bahaya ponsel bagi kesehatan.

Sebenernya karya ilmiah ini belum dipresentasiin di kelas lho guys, soalnya kepotong sama libur sekarang nih. Ehm, gue minta maaf ya kalo banyak tulisan/ejaan yang gaje soalnya susah buat diedit guys, namanya juga gue kan bari belajar juga nih, tur gue juga minta doanya ya semoga karya ilmiah gue ini bisa dapet nilai tertinggi di kelas gue, kelas XI IPA 2 guys! Trus gue sama partner-partner gue bisa ngejawab semua pertanyaan yang dikasih pas presentasi nanti, aamiin ya rabb.
Semoga bermanfaat ya guys!
#warmsmileforyouall,guys! Bye!



Ketika Harta Membutakan Jiwa
Karya : Fitriani Sri Wulandari


Okay guys, kali ini gue mau ngeposting sebuah drama singkat nih. Drama ini gue buat pas lagi ada tugas bahasa indonesia di sekolah guys. Pemainnya cuma ada lima orang tapi ceritanya seru kok. Bahasa nya emang agak sedikit formal sih guys tapi gue bikin ini soalnya ceritanya banyak makna yang menyentuh, trus agak menyedihkan ya guys..! Let's enjoy this !




Suatu malam yang sunyi, tanpa ada suara televisi ataupun radio, Dita pun bersiap-siap untuk tidur di kamar bersama adiknya, Dinda, yang sudah seharian tadi bekerja bersamanya dari terbit fajar hingga terbenam matahari.
Dita                      : Hoam... Dinda, Dinda... . Sudah tidur rupanya. Cepat sekali dia   tidur. Hm... mungkin karena kelelahan. Ya sudah aku juga ingin tidur.
Jarum jam masih menunjukkan pukul sembilan malam namun Dita dan Dinda telah terlelap.
Tak terasa hari telah pagi. Suara ayam berkokok tanda hari sudah pagi pun membangunkan tidur lelap Dinda.
Dinda                   : Sudah pagi ya. Ehm, aduh badanku rasanya tak ingin bangun dari tempat tidur ini. (membangunkan Dita) Kak, bangun kak, sudah pagi, ayo kita siap-siap bekerja.
Dita            : Hmm.. kamu duluan saja sana! Aku masih mengantuk, nanti aku nyusul.Dinda         : Tapi kak, nanti kita terlambat.Dita            : Sudah, jangan banyak bicara kamu!Dinda         : Ya sudah, aku duluan ya kak.Dita            : Ehem.
Tak lama dari itu, Dita pun bersiap-siap untuk bekerja menyusul Dinda yang tiga puluh menit yang lalu telah pergi duluan ke rumah Juragan Draguna.
Sejak Ibu dan ayah mereka telah tiada dua tahun yang lalu akibat si jago merah yang melahap habis rumah mereka, Dita dan Dinda hanya tinggal berdua di gubuk hail pemberian tetangga yang menaruh belas kasih kepada mereka dan mereka pun harus bekerja keras sebagai pembantu di rumah orang terkaya di desa Branai tempat mereka tinggal. Hal itu membuat Dita tidak dapat menerima kenyataan . Sifat Dita pun berubah seketika, dari yang dulunya baik dan rajin, menjadi jahat dan pemalas.
Setelah sampai di rumah Juragan Draguna, Dita masuk ke rumah dengan mengendap-endap.
Juragan Draguna : Hey! Dari mana saja kamu jam segini baru datang? Lagi-lagi terlambat!Dita                       : Maaf Tuan. Tadi saya...Juragan Draguna  : Ahh, saya tidak mau dengar lagi alasan yang akan kamu katakan itu! Ya sudah, kerja sana! Adikmu dari tadi pontang-panting bekerja, eh malah kamu datang terlambat.Dita                       : Maaf, saya permisi dulu Tuan.Juragan Draguna  : Ya, ya. Cepat kerja sana!
Dita pun menyusul yang sedang membersihkan benda-benda antik yang tersusun rapi di lemari kaca dekat pintu menuju dapur.
Dinda                            : Eh, kakak sudah datang ya?Dita                       : Sudah tahu bertanya pula. (sambil mengambil sapu) Kamu bicara apa dengan Juragan Draguna?Dinda                    : Bicara apa? Maksud kakak?(heran)Dita                       : Alah! Jangan pura-pura tidak tahu kamu! Baru jadi anak kesayangan Tuan kamu sudah seenaknya menjelek-jelekkan aku dari belakang.
Dinda                    : Sungguh, aku tidak mengerti dengan apa yang kakak katakan! Aku juga tidak pernah bicara yang tidak –tidak tentang kakak di depan Juragan Draguna.
Dita                       : Ah, sudahlah!
Setelah pekerjaan selesai, Dita dan Dinda pulang ke rumah dengan membawa sedikit makanan dan buah  yang diberikan oleh Juragan Draguna kepada mereka.
Sebelum menuju rumah, mereka menyempatkan untuk mampir ke rumah Pak Suja, tetangga mereka. Rumahnya tak jauh dari rumah kakak beradik itu.
Dita dan Dinda    : Assalamu’alaikum !Bu Titin                  : Wa’alaikum salam ! eh, ada Dita dan Dinda. Ayo masuk !Dinda                    : Tidak usah repot-repot, Bu. Kami ke sini hanya ingin memberi ini, Bu. Mohon diterima. (sambil memberi makanan dan buah-buahan)Bu Titin                  : Wah, terima kasih sekali ya.Pak Suja                 : Eh, ada tamu rupanya. Kenapa tidak masuk?Dita                       : Tidak usah Pak, di luar saja. Kami hanya ingin mampir sebentar.Dinda                    : Kalau begitu, kami pamit pulang dulu ya Pak, Bu.Bu Titin dan Pak Suja : Iya, hati-hati di jalan ya.Dita dan Dinda      : Assalamu’alaikum!Bu Titin dan Pak Suja : Wa’alaikum salam.Bu Titin                  : (sambil mencicipi makanan) Sungguh, dua orang kakak beradik itu berhati mulia.Pak Suja                 : Iya, Bu. Meskipun dengan keterbatasan, mereka masih peduli kepada orang lain, dengan membagi makanan ataupun apa saja yang mereka punya, meski kita tidak tahu apakah mereka sudah memakannya atau belum.Bu Titin                    : Sayang nasibnya tak sebaik hatinya ya, Pak.
Pak Suja                 :Iya, Bu. Kasihan sekali melihat anak-anak itu. Masih kecil sudah harus bekerja pontang-panting cari uang.Bu Titin                  : Andai saja kita punya anak seperti mereka. Pasti rumah ini akan terasa menyenangkan, tidak seperti sekarang, sunyi tanpa ada suara anak-anak, tak ada suasana keceriaan.Pak Suja                 : Ya sudahlah Bu. Jangan bersedih. Syukuri apa yang ada, hidup adalah anugerah. Seperti lagu D’Masiv itu lho Bu.Bu Titin                  : Hahaha. Bapak ini bisa saja.Pak Suja                 : Iya dong, Bu.
Sesampai di rumah, Dita dan Dinda langsung memakan makanan yang telah diberikan oleh Juragan Draguna.
Dinda                    : (sambil makan) Kak, kenapa sih kita harus bagi-bagi makanan terus sama Pak Suja dan Bu Titin, padahal kan kita juga butuh makanan yang banyak biar tidak kelaparan terus tiap malam.Dita                       : Sudahlah, jangan terlalu dipikirkan. Pak Suja dan Bu Titin itu sahabat dari orang tua kita. Ayah berpesan kepada mereka untuk menjaga kita selagi mereka mampu.Dinda                    : Lalu?Dita                       : Jadi, apa salahnya dong, kita juga balas kebaikan mereka.
Dinda                    : Iya juga ya, Kak.Keesokan  harinya, di rumah Juragan Draguna, seperti biasa Dita sedang menyapu lantai, sedangkan Dinda membersihkan benda-benda antic di lemari kaca di dekat pintu menuju dapur.Juraga Draguna   : Dinda… Dinda…Dinda                   : Iya, Tuan. Ada apa Tuan memanggil saya.Juraga Draguna : Ada yang ingin saya bicarakan kepadamu, ayo duduk di sini!Dinda                   : (duduk di kursi)
Sementara itu, Dita tengah mengintai Juragan Draguna dan Dinda yang sepertinya sedang membicarakan hal yang serius.
Juragan Draguna          : Dinda, atas ketekunan dan kerja kerasmu selam ini, saya berniat untuk mengangkatmu menjadi anak.Dinda                   : Apa Tuan? Apa saya tidak salah dengar?Mendengar hal itu, Dita langsung menuju dapur yang tak jauh dari ruang tamu, tempat Juragan Draguna dan Dinda sedang berbicara.
Dita                      : (sambil meneruskan pekerjaannya) Mengapa hanya Dinda yang diangkat sebagai anak, sedangkan aku tidak? Mengapa? Dia pasti tidak menolak untuk hidup enak, punya rumah besar, harta banyak, makanan berlimpah. Tapi sebelum dia diangkat jadi anak Tuan draguna, aku harus cari akal untuk melenyapkan si Dinda agar aku yang terpilih diangkat jadi anak oleh Juragan Draguna, orang terkaya di desa ini. Hahahaha aku akan jadi orang kaya,hahahaha.
Beberapa hari kemudian, sebelum berangkat Dita bangun pagi-pagi,  bahkan mendahului Dinda yang sudah terbiasa bangun pagi. Saat melihat Dinda belum bagun, akal licik Dita pun mulai muncul, mata hatinya telah dibutakan oleh harta.
Dita                      : Mumpung dia masih tidur, saatnya beraksi. (mengambil racun) Hahaa dengan meminum racun ini, dia akan lenyap. Dan akulah yang akan menjadi anak Juragan terkaya di desa ini.
Lalu Dita pun mencampurkan racun tersebut dengan teh yang akan diminum oleh Dinda.
Dita                      : (sambil mengangkatnya) selamat tinggal Dinda sayang. Hahaha.
Setelah itu, dita langsung pergi menuju rumah Juragan Draguna. Sesampainya di rumah.
Dita                      : Selamat pagi Tuan.Juragan Draguna          :Selamat pagi. Tak biasanya kamu datang pagi-pagi sekali.
Dita                      : Iya dong Tuan, saya kan ingin menjadi anak angkat Juragan terkaya di desa Branai tercinta ini.Juragan Draguna          : Bicara apa kamu. Mana Dinda?Dita                      : Hmm, Dinda… Dinda…. Sepertinya ia terlambat Tuan,karena pagi tadi saya sudah membangunkannya, tapi ia menolak.
Juragan Draguna          : Tak biasa seperti itu.Ya sudahlah, cepat ke dapur!Dita                      : Baik, Tuan. (berjalan menuju dapur) (sambil menyapu) Sebentar lagi, aku akanmenjadi orang kaya,hhhaaha. Aku sudah bosan menjadi orang miskin, serba tak punya,huh! Penantianku selama ini akan tiba! Hahha senangnya.
Beberapa jam kemudian.
Juragan Draguna          : Dita, kemana Dinda?? Kalau dia terlambat, tidak mungin sampai se siang ini.Dita                      : Saya tidak tahu Tuan. Mungkin ia sedang malas bekerja.Juragan Draguna          : Tapi, tidak mungkin dia malas.
Dita                      : Mungkin saja Tuan. Mungkin ia kelelahan dan mungkin sudah bosan bekerja di sini, Tuan.Juragan Draguna : Ya sudahlah, kembali bekerja!Dita                      : Tapi Tuan, ada yang ingin saya bicarakan.Juragan Draguna          : Bicara saja!Dita                      : Apa benar  Tuan ingin mengangkat Dinda sebagai anak?Juragan Draguna          : Ehm, benar. Tahu dari mana kamu?Dita                      : Tuan tidak perlu tahu saya tahu dari mana. Tapi Tuan, apakah sebaiknya Tuan mengangkat saya saja untuk menjadi anak Tuan daripada Dinda. Saya jauh lebih rajin kok Tuan. Saya juga bisa lebih tekun daripada Dinda.Juragan Draguna          : Tapi…Dita                      : Kalau Tuan ada niat untuk mengangkat saya, saya bersedia Tuan, dengan senag hati.Juragan Draguna          : Tapi saya tidak bisa Dita.Dita                      : mengapa Tuan? Apa salahnya jika saya saja yang menjadi anak Tuan.Juragan Draguna          : Salah Dita.Dita                      : Apanya yang salah? Mengapa? Mengapa Cuma Dinda yang Tuan kasihani, apakah Tuan tidak mengasihani saya?Juragan Draguna : Seharusnya saya yang berbicara itu kepadamu! Apakah pernah telintas dalam benakmu bagaimana nasib adikmu,Dinda, jika kamu saya angkat jadi anak? Saya rasa tidak pernah! Saya tidak habis pikir, betapa malangnya nasib Dinda mempunyai kakak seperti kamu yang selalu memikirkan hidup sendiri.
Dita                      : Maksud Tuan?Juragan Draguna          : Jangan pura-pura tidak tahu kamu! Saya memang pernah berniat untuk mengangkat Dinda, adikmu menjadi anak saya.
Dita                      : Tuh, kan!Juragan Draguna          : Diam kamu!
Dita                      : (Menutup mulutnya rapat)Juragan Draguna          : Tapi Dinda menolak! Ia menolak saya  mengangkatnya jadi anak!Dita                      : Apa? Mengapa ia menolak?Juragan Draguna          : Ia menolak karena ia masih memikirkan nasib kakaknya yang egois itu. Ia masih memikirkanmu! Ia takut kamu akan menjadi gelandangan, maka dari itu ia menolak dan lebih memilih hidup miskin bersama kakaknya yang tak tahu diri itu.Dita                      : Apa benar yang anda katakan Tuan?Juragan Draguna          : kalau kamu tidak percaya, kamu tanyakan saja langsung kepadanya.Dita                      : Dinda….!Dita langsung teringat akan Dinda di rumah. Dengan segera ia langsung bergegas lari menuju rumahnya. Sesampainya di rumah.Dita                      : Dinda…Dinda…!Bu Titin             : Dita! Saya menemukan Dinda sudah dalam kondisi seperti ini, sepertinya ia sudah tak tertolong karena keracunan.Dita                      : Dinda, Dinda, maafkan aku, Dinda. Aku menyesal.Pak Suja               : Sudahlah, jangan bersedih nanti Dinda juga ikut sedih biarkan ia pergi dengan tenang.Dita                   : Tidak! Dinda tidak boleh pergi!Aaahh….. aku menyesal! Dinda maafkan aku, aku telah banyak berbuat jahat kepadamu.Bu Titin                : Yang sabar ya Dita.Dita                    : Aaaaa… Dinda jangan pergi Dinda! Hahahaaa.. Dinda! Kamu tidak mati kan, iya kan? Hahahaaa Dinda tidak mati, Bu. Kata siapa Dinda mati, Hahahaaaa.Bu Titin                : Astaghfirullahal’aziim Dita. Ngucap nak! (sambil memeluk Dita)Pak Suja               : Astaghfirullahal’aziim.Dita                      : Hahahaa Dinda belum mati, hahaha (tiba-tiba menangis) Hmm.. Dinda jangan pergi ya, jangan tinggalkan aku sendiri…!
Tanpa sadar, Dita pun menjadi seperti orang gila karena ia tak dapat menerima kenyaataan bahwa Dinda telah meninggal.
Dita                       :(mengambil racun di atas meja) Sepertinya ini enak nih. Hmm,,,(minum racun, dan meninggal)
Dan tanpa sadar, Dita meminum racun yang ada di atas meja dekat ia duduk. Seketika Dita pun menyusul kepergian adiknya, Dinda.
SELESAI.

Gimana guys? Seru gak ceritanya? Dalam drama itu gue berperan sebagai Dita guys. Hahaha bisa dibayangin kan gimana acting gue pas jadi Dita? Gue mesti gonta-ganti sifat mulu guys dalem drama itu, mulai dari jadi orang baik, lemah lembut ngomongnya, trus jadi orang yang jahat, ngomongnya kasar, then ekspresi seneng, next jadi nangis beneran, sedih karena nyesel finally acting jadi orang yang crazy-crazy gitu deh. Ahaha sekian dulu ya guys, semoga bermanfaat and terhibur..! Tunggu postingan berikutnya ya,! 
#warmsmileforyouall,guys! Bye!